Tuesday, December 22, 2015

Desain Kartu Disebut Penyebab Utama Insiden Miss Universe 2015


Kesalahan menyebut nama pemenang Miss Universe 2015 bukan hanya semata-mata karena kesalahan pembawa acara, Steve Harvey, melainkan juga karena desain kartu yang membingungkan.

Pada kartu yang dipegang Harvey, terdapat tiga kategori pemenang Miss Universe, yakni runner up kedua dan pertama yang ditulis di kiri kartu berikut nama negara asal kontestan yang memenanginya. 

Runner up kedua diraih Miss AS, sedangkan runner up pertama didapat Miss Kolombia.

Sementara itu, pemenang utama kontes ratu kecantikan itu ditulis di bawah kanan dengan huruf besar "MISS UNIVERSE 2015" dan negara yang memenanginya ditulis di bawah dengan huruf kecil.

Desain kartu tersebut sekilas akan membingungkan si pembawa acara. Sebab, nama negara asal kontestan yang meraih gelar Miss Universe 2015 ditulis begitu kecil dan ditempatkan di sudut kanan bawah.

Eric Thomas, spesialis branding asal Detroit, dikutip Nextsharkmengatakan, seharusnya, nama pemenang ditempatkan di tengah dengan format huruf yang mudah terlihat atau eye catching.

Menurut dia, kesalahan penyebutan nama pemenang Miss Universe 2015 tidak sepenuhnya dilemparkan ke pembawa acara. Desain kartu yang jelek menjadi penyebab utama kesalahan itu.

"Ini bukan kesalahan Steve Harvey. Di sini, sekali lagi, 'pelakunya' adalah desain (kartu) yang jelek," kata Thomas.

Diberitakan sebelumnya, acara penganugerahan Miss Universe 2015 diwarnai insiden yang memalukan. Sang pembawa acara, Steve Harvey, salah menyebutkan pemenang kontes ratu kecantikan dunia tersebut.

Awalnya, Harvey menyebutkan bahwa Miss Universe 2015 jatuh kepada Miss Kolombia. Namun, beberapa menit kemudian, Harvey segera meralatnya bahwa yang berhak mendapat gelar Miss Universe 2015 adalah Miss Filipina.

Kesalahan penyebutan itu mengejutkan dunia. Bahkan, Presiden Kolombia Juan Manuel Santos bereaksi atas insiden tersebut.

Dia merasa kecewa dengan kesalahan itu. Namun, bagi dia, pemenang Miss Universe 2015 tetap adalah Miss Kolombia. 

Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2015/12/22/22340061/Desain.Kartu.Disebut.Penyebab.Utama.Insiden.Miss.Universe.2015?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

Paket Tahun Baru Pulau Harapan

Thursday, October 8, 2015

Cegah Banjir, Ridwan Kamil Tantang Doktor di Indonesia Bikin Beton Peresap Air

Cegah Banjir, Ridwan Kamil Tantang Doktor di Indonesia Bikin Beton Peresap Air
Bandung - Pemkot Bandung terus berupaya membenahi infrastruktur di kota berjumlah 2,7 juta jiwa ini. Salah satunya mencegah banjir yang kerap menggenangi jalanan. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ini tengah mencari karya anak bangsa yang bisa membuat material beton peresap air.

"Saya mencari material beton yang bisa meresap air. Kalau ada, saya mau pakai," kata Emil, sapaan Ridwan, saat jadi pembicara dalam talkshow Indonesia Mencari Doktor di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganeca, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/10/2015).

Menurut Emil, kota dan kabupaten di Indonesia harus siap menjadi bagian riset. Pria berkaca mata tersebut berharap hasil riset para doktor dapat dimanfaatkan secara positif bagi pembangunan suatu daerah.

"Jangan (hasil riset Doktor) berakhir di laci, baiknya diimplementasikan menjadi kebijakan. Hasil riset para doktor ini saya tunggu. Saya punya power untuk mengiyakan hasil riset itu untuk menjadi kebijakan," ujar Emil meyakinkan.

Usai acara, Emil kepada wartawan menjelaskan material berupa beton berporos itu fungsinya menyerap air hujan. "Kalau beton berporos, jadi saya tinggal ganti seluruh jalan di Bandung. Saat hujan enggak bikin banjir, lalu langsung hilang ke tanah. Beton sekarang kan airnya ke pinggir dulu, nyari sungai, nyari gorong-gorong," tutur Emil.

Dia mengetahui beton berporos peresap air itu di YouTube. Lokasinya bukan di Indonesia. Emil pun kepincut.

"Lupa negara mananya, cuma saya kabita (tertarik)," kata Emil singkat.

Sumber : http://news.detik.com/jawabarat/3039947/cegah-banjir-ridwan-kamil-tantang-doktor-di-indonesia-bikin-beton-peresap-air

Baca Juga :
  • Undangan Tas
  • Pulau Tidung
  • Pulau Harapan
  • Undangan Tas
  • Pulau pari
  • Kue Lapis
  • Arem-arem
  • Soto Kudus
  • Bubur Ayam
  • Bubur Ayam Kuah Soto
  • Coto makassar
  • Daging Sapi Panggang Pedas
  • Gado-Gado
  • Gudeg Ceker
  • Karedok
  • Wednesday, May 21, 2014

    Melihat Pesona Wisata Air Terjun di Pulau Mursala

    Tapanuli Tengah tidak hanya terkenal dengan obyek wisata pantai yang eksotik. Namun, masih ada destinasi wisata lain yang layak dipromosikan yaitu Pulau Mursala dengan air terjun uniknya.

    Pesona yang ditawarkan di Pulau Mursala ini sebenarnya tidak hanya air terjun tapi perairan sekitar yang masih natural. Saat detikcom berkunjung ke area sekitar Pulau ini, terutama di depan air terjun, tampak air bersih berwarna hijau dengan terumbu karang di bawah laut yang natural.

    Ribuan ikan kecil berenang melengkapi cantiknya area perairan ini. Derasnya aliran air terjun setinggi sekitar 40 meter yang langsung jatuh ke laut menambah semangat dan menggoda wisatawan yang berkunjung untuk berenang. Wisatawan yang tidak berenang pun bisa terhibur dengan pemandangan laut yang mempesona untuk sekedar mengambil gambar foto.

    "Kalau Minggu lebih ramai lagi bang. Banyak yang nyelam, berenang. Banyak juga dari yang Jawa datang. Soalnya unik ini bang," kata salah seorang pemilik perahu sewa, Chaidir Tanjung saat ditemui detikcom di Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (21/5).

    Bagi wisatawan yang memiliki hobi snorkling, area Pulau Mursala juga bisa menjadi alternatif. Selain di depan air terjun, snorkling bisa dilakukan di sebelah kirinya dengan jarak 70 meter. Menurut warga setempat, dua lokasi ini menjadi daya tarik wisatawan karena kebersihan air serta cantiknya pemandangan warna terumbu karang.

    Untuk mencapai lokasi Pulau Mursala, wisatawan bisa menggunakan perahu jenis speed boat dari Pantai Pandan dan Pantai Bosur dengan lama perjalanan dua jam. Tarif sewa perahu yang ditawarkan sekitar Rp 2 juta untuk pulang pergi. Perahu ini bisa ditumpangi ± 20 orang. Namun, karena permintaan sering ramai, maka sebaiknya sehari sebelum penggunaan, wisatawan memberikan uang muka pembayaran sewa. Kalau wisatawan ingin berenang di depan air terjun, maka perahu dan awaknya akan menunggu sampai selesai.

    "Kita tunggu sampai selesai. Itu gampang diatur. Yang penting puas," sebut Chaidir.

    Adapun sejumlah wisatawan yang ditemui di area air terjun Mursala mengaku belum puas karena minimnya sarana fasilitas seperti tempat makan dan penginapan. Salah seorang wisatawan dari Jombang, Jawa Timur, Rohman Said (34), mengatakan seharusnya obyek wisata sekalas Pulau Mursala sudah dikelola secara maksimal.

    "Pemandangannya bagus masih alami. Mantap dah. Tapi, cuma bisa berenang doang. Gak bisa makan, nginep," ujarnya.

    Sebelumnya, Bupati Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang, mengatakan Tapanuli Tengah tidak hanya memiliki kekayaan alam wisata pesisir pantai. Selain pantai, dia menyebutkan ada sungai, danau, gunung hingga air terjun. Khusus air terjun berada di Pulau Mursala dinilainya paling potensial karena berbeda dengan obyek wisata lainnya. Pulau Mursala menurutnya memiliki keunikan karena terdapat muara aliran air yang berujung air terjun langsung ke lautan.Pulau Pari

    Karena ingin serius mempromosikan, maka Pemkab Tapanuli Tengah saat ini menurutnya sedang giat mencari investor yang bersedia membangun fasilitas penginapan hotel di Pulau Mursala atau pulau sekitarnya seperti Nagodang, Jambe, serta Puti. Adapun Pulau Mursala sendiri masuk wilayah daerah Tapian Nauli.

    "Ini yang salah satunya bakal kita maksimalkan juga buat tingkatin PAD kita. Beda, beda sama air terjun lain. Ini masih alami, natural. Air terjunnya juga langsung jatuh ke laut," ujar Bonaran di Lapangan Serba Guna, Pandan, Selasa (20/5), dini hari. (hat)

    Saturday, April 26, 2014

    Pembangunan Hotel Rugikan Petani Rumput Laut

    Ratusan petani rumput laut Pulau Pari, Kec. Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten  Kepulauan Seribu mengaku rugi ratusan juta rupiah.

    Kerugian ini diduga diakibat adanya pembangunan hotel bintang tiga di kawasan Pulau Tengah.

    Untuk itu, para  petani mendesak pihak kontraktor  menganti rugi atas kerugian yang diderita mereka.

    “Kami sudah beberapa kali mengeluhkan kondisi ini, tapi entah kenapa belum ada ditanggapi serius oleh pihak terkait. Para petani meminta kepada pemerintah agar segera menegur pihak kontraktor, sebab akibat pembangunan hotel itu kami  semua resah,” kata Nurdin,36 warga RT 04/04, Kelurahan Pulau Pari.

    Dikatakan oleh Nurdin kondisi seperti ini sudah terjadi sejak tahun 2009 silam. Namun, hingga saat ini belum ada solusi sehingga ratusan warga harus kehilangan mata pencaharian. Sebab budidaya rumput laut ini merupakan salah satu andalan warga untuk menopang kehidupannya.

    “Kami beberapa waktu lalu mempertanyakan hal itu pada pihak perusahaan. Tapi, hingga saat ini belum ada solusi. Maka dari itu kami berharap pemerintah Pemkot Kabupaten Kepulauan Seribu, segera turun mengatasi hal ini,”katanya dengan nada kesal.

    Dia juga menambahkan memang beberapa waktu lalu  saat musim angin barat dan gelombang tinggi, warga Pulau Pari pernah mendapat bantuan dari pengembang Pulau Tengah berupa mie instan dan satu buah kendaraan baktor atau “odong-odong”.

    Namun, menurutnya nilai itu tidak sebanding dengan kerugian yang diderita warga. Akibat aktivitas pembangunan proyek tersebut budidaya rumput laut banyak yang mati. “Untuk itu kami akan terus memperjuangkan hak warga Pulau Pari. Kami juga akan menuntut keadilan, ” tutup Nurdin.

    Sementara itu, Tiur Maidah Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu saat dikonfirmasi mengaku tak ada solusi lain dalam permasalahan tersebut, terkecuali apa yang menjadi keluhan warga Pulau Pari ini harus disikapi.

    “Caranya simpel, yaitu tanggulangi biaya ganti rugi atas tercemarnya rumput laut. Sebab matinya budidaya rumput lain ini diduga akibat pembangunan tersebut,” pungkasnya. (Wandi/d)